Jumat, 18 Januari 2013

Serasi



Serasi, kurang apa??
Bukan kah serasi berarti semua telah sempurna??

Serasi, kata yang indah.
Karena dengan serasi maka tidak akan pernah kita berjumpa pada apa itu gelisah.
Tidak akan bertemu pada satu masa yang disebut dengan gundah.
Bahkan berjuta karang bernama masalah akan menyerah padanya.

Serasi tidak berarti harus sama, serasi bisa saja jauh berbeda.
Tentang langit dan bumi??
Malam dan siang??
Matahari dan bulan??
Bukankah mereka tetap serasi meski mereka berbeda??
Serasi meski ada batas, sekat dan bolder diantara mereka.



Kembali kepada serasi yang coba ku sampaikan padamu
Serasi bukan hanya tentang kepantasan, kecocokan, derajat atau hal bodoh lainnya...

Serasi,
Berawal dari hanya sekedar tatap mata, diam sejuta bahasa tanpa kata.
Serasi yang bermula pada coretan - coretan dan goresan tinta
Serasi, tentang ungkapan - ungkapan rasa yang coba kita reka

Serasi, tentang perbedaan yang tidak pernah mengundang resah
Meski terkadang rasa dan realitas yang ada kerap kali buat jiwa jadi pongah
Menjamu gelisah, menjadikannya begitu nyata
Dan lagi - lagi tentang rasa, ia berada dalam luka juga dilema

Biarkan mulut bungkam seribu bahasa, tanpa suara
Karena serasi sesungguhnya bukan tentang kata

Serasi adalah tentang kesepakatan yang indah
Tentang insan yang merela berpisah lalu pada Tuhan lah mereka berpasrah....







4 komentar:

  1. "Biarkan mulut bungkam seribu bahasa,
    tanpa suara
    Karena serasi sesungguhnya bukan tentang
    kata"

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena sesungguhnya serasi itu adalah bahasa jiwa, maka biarkan saja jiwa kita yang bercengkrama dan terus bercerita...

      Hapus
  2. "dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya." (Alfajr:26)

    sebuah keserasian akan benar-benar terikat dengan kuat ketika keduanya bersatu Karena kecintaannya pada Allah...

    BalasHapus

tinggalkan jejakmu, ^^..