Selasa, 01 Januari 2013

Pelangi di Kanvas BOLU


Bersama kalian aku menemukan kehidupan. Meski terkadang lucu, kekenakan dan berlebihan tapi semua tak akan terlupakan. Bersama kita telah melukis diatas kanvas kehidupan berbingkai sebuah nama ‘BOLU’. Ya, nama ini mungkin aneh dan terdengar jenaka. Bukankah ia nama sebuah kudapan berbahan tepung terigu, telur, gula dan sedikit mentega. Lalu ia dibakar diatas pemanggangan. Tapi, inilah kita. Kita disatukan dalam keluarga tanpa akad. Seberapa aneh dan jenakanya nama BOLU, kita akan tetap bangga, bahagia didalamnya, dan tak akan pernah bisa melupakannya.
Awalnya rumah kami berada disebelah kantor BK, dekat toilet ber-orang tuakan Ibu Endah Kalaitati. Tapi saat kenaikan kelas kami berpindah rumah ke salah satu ruang dilantai dua (gedung baru).  Dirumah baru ini, kami berganti ibu menjadi ibu Ferdesi Hanafia. Beliau ibu yang luar biasa, yang selalu bisa memahami kami para penghuni BOLU. Terimakasih ibu… :)
Penghuni BOLU terdiri atas 30 kepala. 15 orang lelaki dan 15 lainnya adalah wanita (cocok ya, pasang-pasangan)  :D
Ada Debie dan Ririn yang hobinya berfoto ria, ada Meilin yang nge-fans berat sama Miss A, ada Febi si ratu rusuh pecinta oppa Kim. Syahrir, pecinta game yang kritis. Rifai yang bertubuh paling mungil diantara teman lelaki lainnya. Pak ketua kelas Firzan yang selalu salah tingkah tiap kena rayuan gombal. Mbah Sardi yang menjadi bahan tertawaan kami. Afandra VS Agung yang menjadi biang kerusuhan kelas namun sangat peduli teman. Nadya yang ELF (fans super junior= boy band kenamaan korsel) sejati . Devi  sang pemilik hp yang getarannya sangat dahsyat bahkan angin topan pun kalah. Abang Oze yang selalu galau karena lesung pipit dan senyum Yesung (personil suju). Aku yang selalu sibuk corat – coret semua buku yang ku punya. Ayu & Christine, dua sejoli yang selalu protes pada teman yang ada dibarisan depan. Angga & Briyan  yang sibuk dengan celana, sepatu dan laptopnya. Andi & Rico, sepasang suami istri yang tak akan terpisahkan. Rendi, komedian handal penghuni BOLU. Danang, gitaris yang hobinya tidur dikelas. Maya, sahabat yang kata Agung sangat perhatian. Esra, Lia, Tere dan Agus yang sibuk dengan sampah dikolong meja..
Pelajaran bu Demiyanti yang menegangkan dan menyenangkan (karena pada beliau kami belajar prinsip hidup yang teguh). Pelajaran seni musik (pak Puji) yang diisi dengan canda dan riang nyanyian. Pak Ruhli yang selalu kesal karena para lelaki tak membuat tugas. Pelajaran Akuntansi bersama ibu tercinta kami (Ferdesi) yang selalu penuh tawa dan canda (padahal pelajaran sulit).
Semua telah kita lewati,…
Dikeluarga tanpa akad ini telah kita lewati. menembus jalan kehidupan telah kita lalui bersama. Suka duka telah kita lukis bersama  diatas kanvas kehidupan yang tak mungkin bisa dihapus dan digantikan. Warna kanvas putih pun kini telah berubah jadi pelangi yang paling indah. Pelangi yang dilukis oleh seniman yang luar biasa. BOLU.
Ya, pelukis pelangi diatas kanvas itu adalah kalian keluarga kecilku ‘BOLU’
*terimakasih telah melukis pelangi dikanvasku (SMA Negeri 1 Terbanggi Besar , BOLU ( Bocah Sos Telu)
Selamat berjuang demi masa depan yang lebih gemilang, Semoga sukses selalu menyertai … Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu, ^^..