Selasa, 19 November 2013

Harap


Ku harap aku punya daya menjabat tanganmu,
meletakkan jabatan itu tepat dikeningku.

Ku harap aku punya banyak perbendaharaan kata
yang dapat ku ucap saat kita berjumpa.

Ku harap aku punya cukup keberanian untuk menyapamu,
sekedar berkata 'Hai, apa kabar?'.

Ku harap aku punya cukup tenaga memalingkan wajahku dari menatap bumi yang ku pijak,
lalu mengalihkannya tepat dimatamu meski hanya sedetik saja.

Ternyata semua itu angan belaka.
Aku tak cukup kuat menjadikannya nyata.
Aku tak cukup tangguh.

Aku takut.
Aku malu.

Bahkan, menatap bayangmu dikejauhan pun aku tak kuasa.

NOVEMBER



November senantiasa berkelana dari satu masa menuju masa lainnya. Kali ini, November datang lagi. Tak ada yang berbeda. Ia sama. Ia masih setia dengan kebiasaan lamanya. Menemani hujan menemui tanah kemarau yang lama merindunya. Ia betah berlama - lama di sana. Entah pagi, siang, sore  atau pun malam ia tak peduli. Tetap menemani hujan mengusir kerontang di tanah itu.

Perlahan, tanah itu basah. Retakan tanah kerontang itu sirna. Tanah gersang itu, tak lagi nampak. Rinai hujan yang jatuh, mengubahnya. Tanah itu berubah wajah. Ia mulai ditumbuhi rerumputan hijau. Semakin hari rumput itu meninggi. Sampai akhirnya ditanah itu hadir juga ilalang . Tanah itu telah bermetamorfosa. Kini ia menjadi padang ilalang  menghijau yang nampak begitu indah mempesona.

November. Ia tak hanya tentang hujan atau juga ilalang. Tak hanya tentang metamorfosa lahan yang dilanda kemarau, tandus, kerontang. November, ku harap ia dapat menjadi aspirin bagiku. Pengobat bagi setiap sakitku. Manjadi mula bagi seribu langkahku. Menjadi pengingat dan penyemangat  saat datang jenuhku. Menjadi ramuan yang paling ampuh bagi setiap lukaku. Menjadi tempat bagi harap dan mimpiku menyata.

Rabu, 16 Oktober 2013

BERSAMA


aku berjalan menyusuri senja
menemani sang surya menuju peraduannya
langit tampak jingga mempesona
tak membiarkan ku memalingkan wajah menatapnya


hari ini aku belajar hakikat sebuah kata
kau mungkin tak asing mendengarnya,
bahkan sering kali aku mengatakannya
sekedar ungkapan sederhana yang bagimu tak pernah bermakna
kata itu berbunyi, 'bersama'...

bersama, bukan hanya tentang jarak antara dua raga  yang kini jadi tak nampak
bukan tentang dua jiwa yang dipersatukan oleh irama hati yang sama kuatnya bergejolak


bersama, bukan hanya tentang aku dan kamu yang bertransformasi menjadi kita
bersama, bagiku lebih dari itu semua...

bersama bagiku adalah keterikatan dua hati yang tak harus dipersatukan waktu
bersama bagiku cukup sederhana, membalut rindu dalam doa
bersama tanpa harus mengenal kata jumpa
bersama meski kenyataan tak pernah mengizinkan kita menjalani sedetik pun untuk bersama...

Sabtu, 05 Oktober 2013

SELAMAT MALAM



Selamat malam?
Bagaimana kabarmu?

Akankah tidurmu semalam nyenyak?
Bangun pagimu penuh semangat menyongsong hari?

Pagi tadi kau sarapan?
Siangnya kau tak lupa makan bukan?
Lalu, malam ini?

Bagaimana hari mu?
Menyenagkan?
Atau ada masalah yang menghapirimu?

Kau sehat bukan?

Maaf jika tanyaku tak beraturan.

Aku hanya ingin tahu kabarmu.
Tapi, bagimu ini terlalu naif bukan?
Kau pasti akan bilang aku terlalu berlebihan.

Kau bukan anak kecil yang selalu harus aku urusi dan perhatikan.
Aku bukan siapa - siapa dimatamu, tanyaku tak penting bagimu.

Malam ini, langit begitu anggun.
Kau tahu kenapa?
Karena diatas sana Tuhan mencipta sejuta bintang, mencipta awan yang lembut penuh kesejukan.

Malam ini terasa sempurna.
Kau tahu kenapa?
Karena malam ini Tuhan menghadirkan lagi rindu itu seolah nyata, mengusir hampa yang selama ini penuhi relung jiwa.

Ku harap kau baik - baik saja disana.
Ku harap Tuhan senantiasa menjagamu dengan cinta-Nya.
Menghadirkan kebahagiaan dalam hidupmu.
Selamat malam...

Selasa, 03 September 2013

Merajut Benang - Benang Cinta


Selamat malam tuan,

Apa kabar?

Ku harap kabarmu baik saja.
Tubuhmu itu masih gagah layaknya terakhir kita jumpa.
Senyum masih terkembang diwajahmu yang mempesona.
Suaramu masih syahdu bak alunan melodi, nyanyian orkestra.
Tatap matamu masih teduh, penuh cahaya.

Tuan,

Akankah kau ingat?

Tentang gelap malam yang menelan cahaya?
Tentang rintik - rintik hujan yang membasuh semesta?
Atau tentang detik - detik yang tak mengizinkan untuk sekedar bertegur sapa?

Tuan.
Ku harap kau tidak lupa...

Karena,

Gelap malam itu tak akan mampu menelan bayangmu
Rintik hujan itu tak akan mampu membasuh rinduku pada jumpa
Detik - detik waktu tak akan mampu menenggelamkanmu jadi kenangan tanpa makna

Tuan,

Bahkan kau hanya singgah diberanda, lalu pergi entah kemana...
Mengapa begitu cepat?
Tak bisakah kau biarkan aku mengucap selamat datang sebelumnya??

Tuan,

Tak bisakah kita mengulangnya?
Aku ingin mengucapkan selamat datang,mempersilahkanmu duduk menikmati secangkir teh hangat diberanda..
Aku ingin menatapmu lebih lama.
Aku ingin mendengarmu bersuara, berkeluh - kesah, menceritakan apa saja tentang dunia.
Aku ingin engkau disini bersamaku lebih lama.
Aku ingin merajut benang - benang cinta...


Senin, 26 Agustus 2013

Menunggu II


Entahlah, aku heran.
Rasanya aku selalu bertanya tentang ini dan itu tapi jangan kan menjawab, mendengarnya pun kamu enggan.
Kamu bosan?
Ah, tak mungkin, tepis anganku.
Mungkin saja kamu lelah, sudah begitu banyak yang kamu pikirkan.
Mungkin, sudah sangat berat bahumu menanggung beban.
Atau juga, mungkin kamu hanya menunggu waktu yang tepat untuk bercerita, menjawab tentang ini dan tentang itu yang aku tanyakan.


Menunggu


Aku menunggu,
sedang kamu masih saja begitu.
Tetap membatu,
dengan tatap matamu yang nyanyikan lagu sendu.
Tanpa sedikitpun kata pernah terucap dari lisanmu.

Kamu terkesan seolah  manusia paling lagu.
Setiap kali ku tanya sesuatu kamu menggelengkan kepala berpura - pura tak tahu.

Hei, ayolah...
Sampai kapan kamu akan seperti itu?
Sampai kapan kamu biarkan aku menunggu?

Detik - detik waktu, begitu saja berlalu.
Rasanya jenuh juga, andai kamu tahu....

Rabu, 17 Juli 2013

Cerita




tidakkah kau ingat, tentang detik - detik yang pernah kita tenun jadi helai kain harapan.
tentang penantian yang sempat kita lupakan.
tentang kasih yang menghantar rindu kita berkelana di tengah kehidupan.

perjalanan ini sampai kapan?.
tidakkah kau tahu dalam pengembaraan ini aku mulai bosan.
aku mulai menerka - nerka akankah rindu kita kembali dipertemukan atau hanya akan berakhir menjadi kenangan.
hei, aku lelah. tidakkah bisa akhir cerita ini di segerakan?



Jumat, 12 Juli 2013

Membenci




Aku membenci dia, membenci kamu, membenci mereka lebih dari segalanya. Tapi lebih dari segalanya aku benci naluriku. Aku membenci perasaanku. Aku menyalah pada harapan - harapanku. Aku menyalahkan mimpiku.

Sekian kali aku terus membenci. Berkata - kata tanpa henti padahal sejatinya tanpa makna terlebih manfaat. Aku terus melakukannya. Membenci, menbenci dan membenci. Tapi nyatanya semua percuma. Aku tak kuasa ketika usahaku membenci jutru menghantar aku semakin dalam pada perasaanku.

Aku bukan seorang perasa. Aku selalu berkata dan bertindak berdasarkan logika. Aku keras kepala. Susah diatur. Nakal. Selalu menganggap semuanya baik - baik saja. Tak ada masalah. Aku tak pernah peduli akan apa yang terjadi. Aku yang egois. Bukankah semua sikap itu tidak kamu suka? dan aku punya semuanya.

Aku meyakinkan hatiku untuk membenci, mungkin dengan begitu kamu akan jauh dari angganku, menjauh dari hidupku. Dan sejauh ini, itu berhasil. Kamu jauh. Entah aku tak pernah lagi dengar beritamu.

Membenci. Itu yang aku lakukan. Entah berapa lama lagi aku harus melakukannya agar kamu enyah dari memoriku. Terlebih semua cerita tentang kesakitan itu. Sampai hari ini kenangan itu masih begitu lekat. Meski kini hadirmu tak lagi dekat.

Membenci. Sampai kapan? Aku mulai bosan melakukannya. Dan terasa tanpa guna. Aku mulai bertanya benarkah cara ini? Haruskah terus membenci agar kamu tak lagi singgah? Jawabnya aku tak tahu.

Tapi ku pikir, sudahi kebencian ini mungkin akan lebih baik. Menyayangi mereka yang menyayangiku dan peduli aku itu lebih membahagiakan. Dari pada memenjarakan diri dalam perasaan yang tak jelas muaranya. Nikamati saja proses hidup ini. Ini bagian menuju pendewasaan diri.
Salam Muda Bahagia!!
... *^^*...

Minggu, 23 Juni 2013

dandelion





dandelion 
bersembunyi dibalik ilalang diantara rumput liar
berteman lembayung senja, sesekali kelopaknya menari diudara diterbangkan angin

dandelion
indah mempesona, namun begitu ringkih
anggun memutih, namun tak semerbak layaknya melati

dandelion
gambaran seorang gadis yang berselimut rindu
tatap matanya sendu, jiwanya pilu
dan pemuda itu layaknya angin, yang hadir lalu mengaburkannya

layaknya dandelion, tertiup angin
pada pemuda itu, ia menitipkan rindunya
mempercayakan segenap perasaannya

namun apa daya, ia kalah
ia harus menyerah
karena ia hanya sosok tak terpedaya diantara semak - semak

dandelion
meski demikian
ia tak pernah membenci angin
meski ia tetap berserakan terbang kesana kemari hingga tak tahu kemana lajunya terhenti

dandelion
ia tak pernah membenci angin
ia tetap percaya pada masanya ia akan meraih hati yang indah
hati yang akan menatapnya beradu dalam rindu
tatapan teduh, tatapan ceria, tatapan bahagia penuh cinta...

Sabtu, 22 Juni 2013

Ilusi Waktu


layaknya senja setia mengantar hari pada gelapnya malam, 
boleh aku tetap disini menanti kamu dalam diam?

aku paham
boleh jadi kamu sudah geram
dan perasaan itu perlahan karam

tak masalah, aku bahagia meski kini cahaya matamu temaram
atau mungkin bara di jiwa mu pun kini padam

tak masalah, 
karena...

pada cahaya mata itu aku pernah berkaca
pada pundak itu aku pernah bersandar
pada jemari itu mimpiku pernah begitu dekat

aku tak mungkin membenci

kamu boleh pergi, kemana pun, dengan siapa pun
kamu boleh melakukannya, sesukamu

tak perlu pikirkan tentang aku
aku bahagia memutar kembali detik - detik saat senyum itu merekah diwajahmu
suara itu begitu lembut mengantar lelap tidurku 
atau sekedar pesanmu disetiap hariku, "dulu"

aku suka, mengulang apa yang pernah aku rekam dan simpan dimemoriku
karena dengan begitu aku tetap selalu dekat dengan kamu, meski hanya dalam ilusi waktu...



Senin, 10 Juni 2013

Kehidupan

  

tak ada yang salah dengan kehidupan, hanya saja kita yang sering salah paham dalam mengartikan segala sesuatunya. sering kali bahkan mungkin hampir setiap ada yang kita tak sukai kita menyalahkan kehidupan. mengapa ini terjadi?? detik berikutnya berlanjut lagi dengan tanya mengapa harus saya?? lalu harus apa?? bagaimana??

sering kita mempersalahkan keadaan, menyalahkan kehidupan, bahkan tanpa kita sadari sejatinya kita tengah mempersalahkan kehendak Tuhan.

pantas kah??
makhluk yang lemah, mempersalahkan kehendak penciptanya??

Yah inilah, kehidupan...
inilah kita, 
kita yang kerap kali tak terima akan sesuatu yang dicipta Nya
inilah kita yang kerap ingkar dan menafikkan kehendak Nya

kehidupan,
sering kali memaksa kita pada ruang yang tak kita mau
memonopoli, jadikan kita terjebak pada apa yang ia mau..

dan ini tentang aku,
jika pada hakikatnya kehidupan dapat memaksa
nyatanya ia tak bisa memaksa aku melupa kamu
bahkan setelah aku menyerahkan jiwaku padanya, ia tak dapat membawa kamu pergi dari hidupku
atau mungkin karena aku yang terlalu keras kepala menginginkan kamu tetap dalam hidupku..

andai aku punya kuasa memaku waktu, aku akan menghentikannya tepat saat jemarimu menggenggam erat jemariku, meski detik itu kehidupan harus meninggalkanku tak masalah bagiku, namun ironinya adalah....

aku tak punya kuasa memaku waktu....
 

Minggu, 09 Juni 2013

Kenang


MENGENANG SEMUA YANG KINI JADI BAYANG

Dulu




adalah ketika tak sengaja bertemu kamu,
adalah ketika diam - diam memperhatikan kamu,
adalah ketika aku menyuka kamu
terhipnotis setiap kata yang terucap dari bibirmu..

Sabtu, 08 Juni 2013

L U K A


kamu harus paham,
dalam cerita ini tak ada kata seandainya
semuanya nyata
tak perlu kamu meraba, atau sekedar menerka -nerka

aku, kamu, dia
lakon dalam cerita tanpa kesudahan ini

kamu harus tahu
dalam cerita ini tak ada pula kata mungkin
karena semua butuh kepastian
semua tercipta
tak perlu kamu salahkan atau sekedar bertanya mengapa

ini bukan tentang kata - kata
retorika
cerita drama
atau yang sejenisnya..

ini cerita tentang rasa
jiwa yang lemah ketika dihadapkan padanya

ini cerita tentang hati
raga yang ikut jatuh ketika ia tersakiti

ini sebuah cerita tentang luka
tak jelas sebabnya
dan tak ada penawarnya..

luka,
kamu juga dia boleh tertawa
tertawalah
semaumu
sepuas - puasnya

luka,

aku bertanya,
"mengapa Tuhan memilih aku untuk tempat luka itu ada??"

kamu jawab,
"aku kuat
aku bisa
aku lebih dewasa .."

kamu lupa??
 "aku tetap anak kecil, aku tak sekuat itu, masih sering menangis, dan tak tahu apa yang aku mau"

detik berikutnya..

kamu berkata,
"seandainya bertemu aku lebih dahulu, seandainya..."

hei,
"cukup, berhenti disana..
jangan bicara seandainya"

lalu selanjutnya..
"sesak, sesak dihati ketika harus melihat,harus tahu, didepan matamu aku tersenyum dengan yang lainnya, aku tak peduli akan kamu, aku menyiksa kamu entah aku sadari atau tidak, cemburumu masih begitu besar"

kamu tahu,
"yakin aku tak peduli?? yakin aku acuhkan kamu??
ketika dekat kamu tanpa ku sadari tatap mataku tertuju pada kamu, ketika kehilangan kamu mataku akan mencari, menjelajah entah kemana mencari tahu keberadaan kamu, sedih rasanya tak dapat temani kamu, tapi apa daya?? aku harus bagaimana?? bukan kah kamu sudah mantap dengan pilihanmu?? lalu kenapa aku harus lagi peduli tentang kamu??"

rasa berujung luka
rasa melumpuhkan logika
aku tak dapat berpikir rasional karenanya

suka, sayang cinta
lalu berharap
semua jatuh tertuju pada kamu...

tapi yah inilah rasa,
inilah hati
tak dapat diterka...

cukup,
berhenti disana
jangan melangkah lagi
jangan berikan harapan itu lagi
ketika kamu memang tak bisa...

luka, yah sebut saja ini luka
biarkan tetap menganga
diam dan tetap menyimpan semua kenangannya
selamat bahagia..

terakhir,
aku akan sangat ingat apa yang terjadi pagi ini
maaf, melakukan hal yang tidak seharusnya...

Sabtu, 11 Mei 2013

*senyum

aku takut, tubuhku gemetar, dingin
waktuku semakin sempit
ia semakin dekat, terasa semakin mendekat

ia berlari menghapiriku
entahlah atau mungkin hanya perasaanku saja

getir,
aku khawatir
ketika waktuku tiba aku masih menjadi seorang tanpa manfaat
belum dapat membuat mamah bangga
menjadikan abah seorang yang bahagia karena punyai aku sebagai putrinya
belum bisa menjadi kakak yang baik untuk kedua pahlawan kecil yang aku punya...

menyedihkan,
aku masih merasa jadi gadis kecil yang pada siapa pun dapat bermanja
aku masih nakal, keras kepala, tak peduli orang lain akan berkata apa
aku bertindak sesukaku, mengukur diri dengan mau ku saja..

entahlah,
yang aku ingat aku seorang pelupa

andai memang waktuku telah dekat bahkan begitu dekat
maaf belum bisa menjadi pribadi baik
maaf belum bisa memberi kebermanfaatan

Ya Rabb,
dekap dan rengkuh kedua orang tua hamba dalam keridhoan-Mu
jadikan kedua adik hamba anak yang sholeh, berbakti serta sukses baik didunia mau pun akhiratnya...

dan jikalau masih ada waktu untuk hamba, bimbing hamba menjadi pribadi yang lebih baik
mengukir senyum, dan menyemai bahagia serta manfaat
sejatinya Engkau Maha Berkehendak...

*senyum


Kamis, 18 April 2013

Keterpisahan


kemarin aku berkaca, dan entah untuk kesekian kalinya pagi ini pun aku berkaca. tampak tersenyum, tapi entahlah apakah benar aku tersenyum?? tampak begitu bahagia, akankah iya aku bahagia?? terlalu melankolis memang ketika aku berkata tensenyum namun hati menangis??
terlalu klise ketika harus menyalahkan keadaan. ini jelas bukan salahnya. dan tak selayaknya ia dipersalahkan, ia tercipta dengan sendirinya. tanpa ada bisa yang mengira atau menerkanya. namun saat ia bicara maka hanya sebagian yang dapat tak terpengaruh dan lepas darinya, sebagian yang lain akan tertunduk berlutut dihadapannya. ia menjadikan sebagian yang lain itu ibarat serdadu perang yang harus patuh pada setiap strateginya. apa pun dan bagiamana pun caranya, semua harus taat kepadanya. dan dalam cerita ini, aku dan kamu menjadi lakon sebagian yang harus tunduk padanya. 
mengikuti apa pun maunya, tanpa kata, rencana, mau pun sikap untuk menolak atau tak terima akan apa yang diciptanya. aku dan kamu menjadi pengikut setianya meski sukarela atau mungkin terpaksa. yang jelas bukankah saat ini aku dan kamu larut dalam diam dan mengikuti alur ceritanya saja. tanpa sedetik atau sedikit pun pernah meronta.
ia mencipta begitu banyak jurang pemisah antara aku dan kamu. jurang yang begitu dalam dan nyata, tak semu. sekat pemisah yang begitu tegas juga kaku. tak mengizinkan aku untuk sekedar menyapa, menatap, terlebih berbincang membahas sesuatu. 
ia tak mengizinkan aku juga kamu sekedar menyapa karena ia tahu aku dan kamu tak akan pernah  temui titik jenuh melakukan itu. ia tak izinkan aku menatap kamu atau kamu menatap aku karena ia tahu aku dan kamu tak akan pernah rasa apa itu jemu. ketika ia tak izinkan aku dan kamu berbincang membahas sesuatu ia tahu kuncup itu akan terus terkembang tanpa memiliki probabilitas melayu.
dan inilah yang ia cipta, cerita keterpisahan ruang, jarak dan waktu.

Rabu, 03 April 2013

RUANG


ini tak lebih hanya cerita tentang ruang, tempat bagi aku dan kamu bertemu,tersenyum, saling menyapa, bicara, sedikit canda tawa...

aku sadar, terkadang tak jelas apa yang kita bicarakan tapi bagiku itu tak masalah. tak mengapa. yang jelas aku suka suaramu. suka renyah gelak tawamu. kamu selalu berhasil membuatku tersenyum, malu, lalu tersipu.

ini hanya tentang ruang, yang mencipta rinduku pada kamu. tentang mauku untuk tetap didekat kamu. menunggu kamu. walau pilu. lalu ragu.

ini cerita tentang ruang. sejatinya sangat sederhana. tanpa personifikasi atau pun metafora.
semua apa adanya, tanpa ada yang perlu kita reka terlebih lagi berlakon bak panggung sandiwara. dalam cerita ini tak ada naskahnya. tak ada pula sutradara yang akan marah jikalau kita melakukan sebuah kesalahan nyata.

berada dalam ruang yang sama denganmu adalah niscaya. takdir menciptanya. ada saja alasan untuk saling berjumpa lalu berada pada ruang yang sama, bahkan terkadang hanya berdua. tapi semua kini berbeda. meski raga pada ruang yang sama, tidak begitu juga dengan jiwa. entah ia ada dimana.

ya, ini hanya tentang ruang. yang kini kembali menjadi sekat yang begitu nyata antara kita.

Minggu, 31 Maret 2013

Aku Tahu

  
romansa hati itu sangat sulit diterka
begitu pun antara kamu juga dia
dan sekarang kita..

seharusnya kamu berkata semuanya sedari awal sayang, 
jadi aku tidak harus tahu dengan sendirinya 
mendengar cerita ini dari yang tak seharusnya menyampaikannya itu sungguh membuat aku kecewa
tapi apa daya, sekarang memang beginilah adanya
tak masalah, dan tak mengapa...

aku tahu kamu menyayanginya
begitu pun ia, sayang kamu sama besarnya

lalu, terkadang aku berpikir kenapa aku harus ada??
dan pada akhirnya aku kembali belajar
aku tahu,
ini cara Tuhan mengajariku untuk dewasa..

aku tahu
bahwa ada hal - hal yang terjadi tanpa harus kita tahu alasannya
yakin saja semua yang terbaik dari-Nya
bukankah ia sebaik - baiknya pencipta??

doaku, 
aku tahu
tentang seorang yang masih membiarkanku  menunggu
menanti keberpihakan dan restu pemilik ruang juga waktu..

MENGENANG


jangan bertanya lagi apa yang bisa aku lakukan
karena kini yang bisa aku lakukan hanya ada satu..

tentang tatapan itu,
senyum itu,
suara itu

aku mengenangnya..
yah, tugasku memang hanya mengenang
mengenang semua yang kini menghilang
mengenang semua yang kini jadi bayang..

AMBIGU (III)


entah mengapa lidah ku terasa kelu
sedang kaki ku kurasakan kembali membatu
keringat mengalir deras disekujur tubuhku
pikiranku kini kacau tak menentu

khawatir, takut, suka, senang, bahagia juga cemburu
semua terasa begitu kental menyatu..

aku khawatir akan keadaanmu
aku takut terjadi sesuatu

disisi lainnya
aku tahu ada yang begitu mengkhawatirkanmu
dan entah mengapa aku suka, bahagia, atau apa namanya
saat kamu berkata sayangmu padanya masih seperti dahulu

tapi...

diruang yang lain maaf aku cemburu...

aku hendak bertanya padamu
tapi aku ragu
setelah ku pikir lagi rasanya tidak perlu

tanpa bertanya pun sejatinya aku tahu
apa yang nantinya akan aku dengar dari kamu
semuanya mungkin akan tetap sama dan ambigu

jadi yasudahlah aku tetaplah aku
dan kamu adalah kamu

selamat berbahagia atas hidupmu, dan aku pun akan berbahagia dengan hidupku...

Kamis, 28 Maret 2013

AMBIGU (II)

berulang kali kamu mengulangnya dengan kata yang sama
intonasi, ritme yang sama...

aku harus bergegas pergi
sebelum semua berubah dan aku tak lagi punya kesempatan

pergilah!!

kamu mengusirku 
kamu bilang aku sebaiknya menuju masa lalu

pergilah!!

kamu bilang kamu tak pantas untukku

pergi!!

AMBIGU (I)

  
kamu selalu bilang : ya
padahal : tidak

kamu selalu berkata : tak apa
padahal : masalah

kamu  senantiasa meyakinkan semua : baik - baik saja
padahal sejatinya begitu banyak yang harus diselesaikan 
hanya kamu tak tahu harus berkata apa
dan memulainya dari mana...

begitulah kamu
ya, kamu memang selalu begitu
dari dulu sampai sekarang pun tetap begitu

kamu selalu bilang banyak hal yang aku tidak harus tahu
karena dengan begitu mungkin akan lebih baik untukku


Jumat, 15 Maret 2013

MASA LALU




sore itu kamu bercerita. kamu bicara kamu pernah salah dan sampai sekarang pun mungkin masih bermasalah. kamu pernah menggenggam erat jemarinya. mengecup keningnya, mencium pipinya kamu pun pernah dipeluk olehnya. bahkan tidak hanya olehnya tapi juga dengan dia yang lainnya. lalu kamu meminta aku pergi. menjauh, dan seutuhnya meninggalkan kamu. kamu tak baik untukku. kamu bilang itu untuk menjagaku.
hei hei hei, tidak semudah itu.lebih tepatnya aku tak mau. aku mau tetap merindu kamu. dekat kamu, memandang wajahmu kapan pun aku mau.
sejauh apa pun itu, seburuk apa pun itu, bukankah itu masa lalu??
bukankah sekarang cerita ini tentang aku dan kamu??
masa lalumu bagiku tak masalah. jangan memintaku pergi. karena :
"ya, aku suka kamu, aku sayang kamu, aku juga cinta kamu."

Rabu, 13 Maret 2013

KEHILANGAN


rasanya baru keamarin kita bertegur sapa,
dengan tatapan, senyum, dan bahasa yang sama
diam, sayup, hening tanpa suara...

tapi kini semua hanya tinggal jadi bayang
kamu,
senyum itu,
tatapan itu.
diam itu,
adalah memori usang yang akan terus aku kenang

pada akhirnya aku harus melera
melepas dan mengikhlaskan
karena sejatinya aku hanya dekat dengan jasadmu
aku tidak pernah kamu izinkan menyapa jiwamu
diberandanya pun kamu tak izinkan...

dan lagi - lagi ini tentang cerita kehilangan

Jumat, 15 Februari 2013

Belum Peka??


aku sekarang mulai peka, tapi bagiku ini lucu
kenapa harus pada kamu??
bahkan aku belum mengenalmu
kamu siapapun aku belum begitu tahu
tapi senyum dan tatapan mata itu menjadikan luruh sudah semua tanyaku...

mungkin aku salah dalam merasa, aku benar - benar belum peka
senyum dan tatapanmu itu bisa saja sama seperti yang kamu beri pada yang lainnya
namun entah mengapa dengan alasan yang tak mampu diterjemahkan logika, atau pun digoreskan lewat kata - kata
bagiku senyum dan tatapanmu itu bak cahaya pada pekat malam yang menyala
tempat bagi segala ceritaku bermuara...

pada kamu yang aku belum mengenalnya,
aku mungkin salah dalam menerka
karena sekali lagi ini karena aku belum benar - benar peka dalam merasa

aku menyuka kamu sejak pertama, saat tanpa sengaja mata kita saling menyapa
lalu pada kamu juga aku sepenuhnya percaya
aku senang setiap kali aku dan kamu mulai bertegur sapa
atau terkadang hanya dalam kebisuan tanpa kata
juga dalam canda yang tak ayal mengundang gelak tawa

aku mungkin salah dalam merasa, aku belum benar - benar peka
kalau benar senyuman dan tatapan itu untukku adanya berbeda aku menerimanya, dan jikalau itu sama dengan yang kamu beri pada yang lainnya bagiku tak mengapa..

apa pun kebenarannya, aku menyukainya, aku akan tetap menerimanya
aku bahagia ketika kamu bahagia..

aku akan selalu ingat bahwa senyum dan tatapan itu aku pernah mengenalnya
biar ku pungut harapan yang tersisa, merindu kamu dan menyebut namamu dalam doa, karena dalam doa aku bebas mengungkap segalanya dan dalam doa pula aku bebas jatuh cinta..

Kamis, 14 Februari 2013

PERCAYA



lihatlah,
angin menghempas daun hingga jatuh di tanah
tapi apakah pernah daun yang jatuh itu mempersalahkan angin??
akan kah ia mempersalahkan angin atas apa yang tejadinya padanya??

begitu juga dengan hujan
bukankah hujan tak selalu berujung pada pelangi yang manis?
pun dengan kemarau
ia tak selalu berujung pada kerontang yang tragis
atau gersang, kekeringan, yang terasa begitu ironis...

terlalu banyak yang sejatinya tidak pernah kita pahami
semesta ini begitu penuh dengan misterinya yang sampai kini
tak pernah kita tahui rahasianya secara pasti..

sama halnya tentang dua keping hati
dua jiwa yang bermula pada kata menyuka,
merasa nyaman antara satu dengan lainnya
saling membersamai disetiap tempat dan kesempatan yang mereka punya
dengan rasa, serta atmosfer yang sama resonansi itu kini tercipta...

hanya saja,
sekuat apa pun frekuensi rasa itu kini menjelma

pada menjaga dan percayalah rasa itu bermuara...

demi menjaga kesucian rasanya, dua jiwa itu tak pernah mengungkapnya
keduanya menjalaninya begitu saja
jatuh cinta dan bercumbu mesra dalam doa
yang mereka yakini semua akan indah pada waktunya...

Sabtu, 09 Februari 2013

"maaf"



untuk kamu maaf mungkin aku egois,
aku tak tahu diri,
aku bukan orang yang peduli..
aku suka bertindak semauku sendiri.
aku sibuk dengan diriku sendiri.
tak punya waktu temani kamu.
dan sekarang aku lagi lagi - pergi semauku sendiri.
kamu kecewa, aku tahu itu pasti.
kamu terluka dan tersakiti itu juga aku tahu pasti.
aku sangat tahu dan memahami.
karena sebelum kamu aku juga pernah mengalaminya.
tapi seiring waktu aku yakin kamu bisa melupa aku,
melepas aku, mengikhlaskan aku..
tetap perbaiki diri yah,
baik tanpa aku dan bukan untuk aku
kamu bisa menjadi baik
kamu berhak dapat yang terbaik
meski mungkin bukan dengan aku
maafku untuk kamu... ^^

Selasa, 05 Februari 2013

SAMA


sama, dan semua masih sama
masih dengan suhu dan udara yang sama
masih dengan mentari yang sama, yang diam-diam bersembunyi disudut nirwana
dengan langit yang sama, kelabu tanpa warna
ranting kering yang kerontang diberanda
berharap hujan dapat mengusirnya, menghapuskan jejaknya dari semesta..

dengan cara yang sama
rintik, perlahan lalu kerontang itu pun sirna


kamu yang hanya diam dan tak suka beretorika
larut pada  rutinitas yang hanya itu - itu saja
namun sama,  aku tahu kamu sangat keras kepala

sama, dan lagi- lagi masih sama
aku belum memiliki keberanian untuk mengungkapnya
meski kini mungkin diwaktu yang berbeda ketakutanku masih sama
takutku masih besar, dan aku tak mengerti apa sebabnya
mungkin aku takut kecewa
aku takut kamu sama dengan yang lainnya 
aku terlalu takut kamu hanya fatamorgana yang menyata

dengan cara yang sama
aku akan tetap diam merindu kamu, tanpa perlu mengungkapnya
cukup dengan menatapmu dalam piksel - piksel terbatas yang ku punya..

 

Kamis, 31 Januari 2013

ILALANG


Padang ilalang...
disana aku berlarian, tersenyum, menatap langit yang luas terbentang
sembari sesekali berteriak menggerang
ditemani desau angin yang membawa anganku melayang..

Ilalang,
mengantarku pada masa yang seharusnya tak lagi ku kenang
tak layak, sungguh tak layak dikenang
seharusnya rasa itu dibiarkan saja hilang
tanpa harus pernah memori itu diputar ulang

Ilalang,
aku bukan pemilik jiwa yang kuat ibarat karang
aku hanya jiwa yang lemah, yang kalah sebelum menghunus pedang dimedan perang
bersamamu wahai ilalang
izinkan aku tersedu menjemput malam  kelam tanpa dihias bintang
dan berdoa pada Tuhan dimasanya nanti layarku akan kembali terkembang



Rabu, 30 Januari 2013

WAKTU




andai saja aku dapat memperbudak waktu, mengatur dan mempermainkan nya semau ku
aku akan menghentikannya sesaat, satu detik menuju masa lalu
menghapus  segala tentang ia jauh dari hidupku juga kamu
menuliskan hanya cerita tentang aku dan kamu
aku dan kamu, cukup aku dan kamu..

waktu,
andai aku dapat menghentikannya tepat saat mata ku juga kamu beradu
terus bicara dan bercerita meski tanpa suara, berjalan bersamaan, juga ujung sepatu yang beberapa kali beradu..

waktu,
andai detik - detik itu tidak segera berlalu
rasa yang ada itu tidak akan jadi residu

lagi - lagi tentang waktu, 
yang menjadikan antara aku dan kamu kini tercipta sebuah belenggu
jarak yang batasnya tak menentu dan ujungnya dimana aku tak tahu

waktu,
menghentikan segalanya, mengganti yakin kita dulu kini menjadi ragu - ragu
menjadikan tubuh ini batu sedang lidah berubah kelu
jejak yang sungguh pilu
waktu, telah mengkonversi rinduku padamu menjadikanya peluru yang membuatku tertunduk untuk melepas kamu...

Senin, 28 Januari 2013

DIAM



andai saya aku memiliki sedikit keberanian untuk berkata
tentu aku dan kamu tidak berada di ujung sebuah dilema
bayangnya begitu nyata menghantui setiap detik yang ada
menyita waktuku untuk kamu yang kian sedikit tersisa
oh sungguh aku ingin berkata padanya

AKU TIDAK SUKA KEHADIRANNYA

sedetik pun aku tak pernah menyuka ia
entah mengapa aku tak tahu sebabnya
mungkin karena dogma - dogma atau apa, yang pasti aku tidak suka
tak pernah mau ia hadir, meski hanya berupa maya...
 
DIAM..

begitulah yang aku lakukan menjalani waktuku saat terpaksa harus bersinggungan dengan segala rupa tentang ia

andai saja dia mau tahu makna dan mengerti diamku padanya yang selama ini tercipta
aku tak berarti mengiyakan setiap yang ia pinta,
aku hanya takut melukai dan membuatnya kecewa..
itu saja, aku terlalu takut merusak suasana dan alur ketika ia bahagia
meski sebenarnya aku tak nyaman dan keberatan dengan kehadirannya
aku sungguh tidak suka..

ah tapi apa daya,
aku kalah pada apa yang disebut mereka dengan iba
mana mungkin aku tega berkata demikian padanya??

 MAAF

maaf jikalau diamku padanya membuatmu penuh risau

maaf juga jika diamku menghantarmu pada kegundahan
maaf jika diamku penuh dengan ketidak pastian, menghadapkanmu pada keraguan..


aku dan kamu sama, kita tak pernah mengehendaki dia ada
salahku yang tak kuasa berkata padanya bahwa aku tidak suka dan tak akan pernah bisa menyuka padanya...

dan lagi lagi semua salahku yang berlakon DIAM






Jumat, 25 Januari 2013

MALAM



beriring pasukan bernama hujan, mentari beranjak menuju peraduannya
kini pekat malam telah tiba, menjadikan hari begitu lekat tanpa warna
yang hadir kini hanya senyap serta gelap yang menyata..

entahlah, sebab apa
sampai kini aku pun tak pernah mampu menerka
aku begitu takut pada gelap yang menjelma

tapi malam ini aku rasa berbeda
malam tak seburuk apa yang selama ini aku kira

senyum manismu yang selalu hadir diberanda, ternyata merasuk lebih dalam bahkan lebih dalam dari detik - detik yang kita lalui dengan diam...
ketika kau mulai berkata dan bercerita, sukmaku bergelora
berlanjut pada tawa renyahmu disudut malam, menjadikan malam menjadi terasa sempurna

andai saja kamu selalu ada
ku pikir aku tidak akan resah, takut saat malam tiba tanpa cahaya
malam tetap indah tanpa hadirnya purnama
ah tapi semua tiada guna, lebih baik aku segera melupa
harapku akan sia - sia, karena aku dan kamu adalah keping dua hati yang jauh berbeda
aku dan kamu tidak sama
dan cerita ini mungkin akan berakhir sama dengan yang lainnya
tapi setidaknya aku pernah dengan kamu dan merasa bahagia..

Rabu, 23 Januari 2013

Kamu





kamu tidak harus percaya,

andai kamu tak mau dengar pun tak apa...

tanpa kamu yang perduli dan mau tahu pun aku akan terus bercerita

merangkai kata, frasa hingga membentuk sebuah prosa

aku akan tetap bermain dengan kata - kata

aku akan terus melanjutkan kerjaku yang telah terlanjur beretorika
 
terkadang apa yang terucap hanya seonggok sampah kata yang tak bermakna mau pun guna

kadang juga kalimat yang sulit untuk dicerna

atau sebait kata yang tak mampu diterjemahkan logika...



kamu tak harus tahu,

karena kamu tahu atau tidak sama saja bagiku

teringat saat langit biru beranjak menuju kelabu

hujan, juga kamu yang menatap bayang pelangi yang nampak ditengah situ

dudukmu - senyummu - ekspresimu yang lugu

lucu dan tampak kaku...



kamu tidak harus mengerti,

mungkin aku pribadi yang akan sangat sulit untuk kamu pahami

aku tak pernah tahu apa yang aku kehendaki

senyap juga gelap dua hal yang terkadang aku takuti

meski aku tidak pernah tahu alasannya secara pasti

bukankah aku sungguh tiada arti??

mungkin saja bagimu aku  mati dan terbaring dalam peti

kamu lupa, bahwasanya peti itu bernama hati...

yang dalamnya kini berisi suka, cita dan cinta yang kian hari kian menjadi

sampai luka, risau, benci berlalu pergi tanpa ku izinkan sedetik pun menepi



kamu hadir dan mengisi ruang kosong dijiwaku terlalu cepat

proses ini  berjalan dengan sangat singkat, secepat kilat

kini dalam hariku juga memoriku kamu begitu lekat
rasa dan harapan itu kini berubah menjadi begitu pekat



kamu kamu dan kamu
 
kenapa harus kamu??
 
bukankah banyak penghuni semesta ini??
 
kenapa aku harus bertemu kamu
 
wajah itu, mata yang teduh itu, tutur kata yang lembut itu

semuanya itu menghantar aku untuk tetap merindu kamu

ya, hanya kamu...

tatapan teduh itu, senyum itu, adalah caramu menjamuku

tersipu, lugu dan kaku 

itu semua caramu...
 
menutup rapat semua jendela juga pintu yang ada dihatimu

menguncinya rapat, dan membiarkan aku tetap ada diberanda saja

menjelang harapan yang hanya berujung fatamorgana semata

karena disana kamu lebih dulu punyai dia, ah aku lupa namanya siapa

gadis yang cantik, pintar dan anggun mempesona

kamu, ya itu lah kamu

itulah caramu

kamu....