Aku, kamu, dia dan mereka tak sama. Seribu cara menyatukan pun tak akan persis sama. Bahkan jika dipaksakan untuk sama pun tiada jaminan akan benar sama. Pasti ada beda.
Ibarat warna - warni pelangi menghias angkasa selepas hujan, indah dengan warnanya yang tak sama bukan? atau ibarat sejuta bintang dilangit malam, mungkin tampak sama tapi bukan kah mereka berbeda?
Beda, namun tetap indah bukan? Seharusnya begitulah beda antara kita juga, indah dengan sendirinya dan bukan menjadi masalah yang mencipta dinding pemisah yang begitu tegas antara kita.
Aku ingin senantiasa membersamaimu tapi mengapa ketika jalan yang kita tempuh berbeda batas itu terasa begitu nyata . Tak bisa kah batas itu kita lupakan sejenak? Bisa kah kita tetap bersama? Tak bisa kah kau tetap disini menyediakan bahumu sebagai tempat lelahku bersandar, atau tak bisa kah sekali saja kau genggam erat lagi jemariku?
Beda, ada kah yang salah akan hadirnya?


