Senin, 26 Agustus 2013

Menunggu II


Entahlah, aku heran.
Rasanya aku selalu bertanya tentang ini dan itu tapi jangan kan menjawab, mendengarnya pun kamu enggan.
Kamu bosan?
Ah, tak mungkin, tepis anganku.
Mungkin saja kamu lelah, sudah begitu banyak yang kamu pikirkan.
Mungkin, sudah sangat berat bahumu menanggung beban.
Atau juga, mungkin kamu hanya menunggu waktu yang tepat untuk bercerita, menjawab tentang ini dan tentang itu yang aku tanyakan.


Menunggu


Aku menunggu,
sedang kamu masih saja begitu.
Tetap membatu,
dengan tatap matamu yang nyanyikan lagu sendu.
Tanpa sedikitpun kata pernah terucap dari lisanmu.

Kamu terkesan seolah  manusia paling lagu.
Setiap kali ku tanya sesuatu kamu menggelengkan kepala berpura - pura tak tahu.

Hei, ayolah...
Sampai kapan kamu akan seperti itu?
Sampai kapan kamu biarkan aku menunggu?

Detik - detik waktu, begitu saja berlalu.
Rasanya jenuh juga, andai kamu tahu....