Selasa, 08 Januari 2013

Hidup Basa Basi

      Hujan beberapa waktu lalu turun, meski hanya sebentar dan tak lebih dari 15 menit tapi kehadirannya seolah membawa ketegasan bahwa aku kini memang sendiri. Di ruang ini aku merasa sepi, sangat sepi. Meski diluar sana riuh celoteh begitu ramai tapi aku merasa suasana begitu diam, sunyi dan sepi.
     Saat ku alihkan pandangan ke luar jendela, maka yang ada hanya barisan kendaraan yang di parkir secara teratur. Langit kelabu berhias jingga di ufuknya juga lampu - lampu yang toko, jalanan, serta rumah yang baru dinyalakan oleh para pemiliknya
     Sepi. Mungkin aku saja yang sengaja menyepi. Aku jenuh dengan celoteh - celoteh dan semua tentang  basa - basi,  abstraksi - abstaksi, juga mimpi. Banyak yang suka berbasa - basi, ada yang berkata bla bla bla dan bla begitu panjang lebar dengan waktu yang lama tapi tak tentu arah nya. Aku akan ini, itu. Aku akan ke sana, ke sini. Aku akan mencipta ini, melakukan itu, berbuat a berbuat b dan c. Aku akan jadi seperti dia, aku akan jadi lebih hebat dari si x, si y atau pun si z. Aku mau ini, nanti begini, juga begitu.
     Seperti ku bilang tadi tadi semua hanya basa - basi. Semua hanya kata - kata tanpa realisasi yang nyata. Berkata a padahal yang ia laku kan jauh dari a. Ingin b tapi yang dia lakukan tidak menuju pada b. Menuntut c padahal yang ia kerja kan hanya pantas untuk d.
     Abstraksi - abtraksi yang benar - benar abstak. Ibarat benang kusut. Carut marut, tak beraturan. Serta mimpi - mimpi yang hanya terucap tanpa usaha mewujudkannya. Semua malah sibuk berkata - kata. Padahal kata - kata itu tidak cukup untuk buat semua menjadi nyata. Mimpi yang hanya berujung pada kata - kata, dan akhirnya berujung pada bualan belaka.
      Sepi. Aku memilih menyepi. Karena bagi ku hidup ini lebih dari hanya sekedar basa - basi, lebih dari sekedar abstrasi - abstraksi, lebih dari hanya sekedar tentang mimpi. Hidup ini tentang realitas. Hidup ini mungkin benar, tentang abstraksi dan mimpi tapi semua tidak terhenti hanya di abstraksi dan mimpi. Hidup ini adalah bagaimana mengkonversi abstraksi menjadi nyata. Mentransformasi mimpi bukan lagi bual dan maya belaka. Hidup ini adalah tentang abstraksi, tentang mimpi yang tidak hanya berujung pada ilusi. Hidup ini adalah tentang usaha, usaha - usaha menyusun abstraksi, merangkai mimpi dengan kesungguhan dan tak lupa juga yang terpenting adalah doa. Karena usaha tanpa doa hanya berujung pada kesiaan. Ingatlah selalu ada pembatas antara ranah kita juga ranah-Nya.
    Dan aku tetap memilih menyepi, tanpa basa - basi ^^...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu, ^^..