Minggu, 23 Juni 2013

dandelion





dandelion 
bersembunyi dibalik ilalang diantara rumput liar
berteman lembayung senja, sesekali kelopaknya menari diudara diterbangkan angin

dandelion
indah mempesona, namun begitu ringkih
anggun memutih, namun tak semerbak layaknya melati

dandelion
gambaran seorang gadis yang berselimut rindu
tatap matanya sendu, jiwanya pilu
dan pemuda itu layaknya angin, yang hadir lalu mengaburkannya

layaknya dandelion, tertiup angin
pada pemuda itu, ia menitipkan rindunya
mempercayakan segenap perasaannya

namun apa daya, ia kalah
ia harus menyerah
karena ia hanya sosok tak terpedaya diantara semak - semak

dandelion
meski demikian
ia tak pernah membenci angin
meski ia tetap berserakan terbang kesana kemari hingga tak tahu kemana lajunya terhenti

dandelion
ia tak pernah membenci angin
ia tetap percaya pada masanya ia akan meraih hati yang indah
hati yang akan menatapnya beradu dalam rindu
tatapan teduh, tatapan ceria, tatapan bahagia penuh cinta...

Sabtu, 22 Juni 2013

Ilusi Waktu


layaknya senja setia mengantar hari pada gelapnya malam, 
boleh aku tetap disini menanti kamu dalam diam?

aku paham
boleh jadi kamu sudah geram
dan perasaan itu perlahan karam

tak masalah, aku bahagia meski kini cahaya matamu temaram
atau mungkin bara di jiwa mu pun kini padam

tak masalah, 
karena...

pada cahaya mata itu aku pernah berkaca
pada pundak itu aku pernah bersandar
pada jemari itu mimpiku pernah begitu dekat

aku tak mungkin membenci

kamu boleh pergi, kemana pun, dengan siapa pun
kamu boleh melakukannya, sesukamu

tak perlu pikirkan tentang aku
aku bahagia memutar kembali detik - detik saat senyum itu merekah diwajahmu
suara itu begitu lembut mengantar lelap tidurku 
atau sekedar pesanmu disetiap hariku, "dulu"

aku suka, mengulang apa yang pernah aku rekam dan simpan dimemoriku
karena dengan begitu aku tetap selalu dekat dengan kamu, meski hanya dalam ilusi waktu...



Senin, 10 Juni 2013

Kehidupan

  

tak ada yang salah dengan kehidupan, hanya saja kita yang sering salah paham dalam mengartikan segala sesuatunya. sering kali bahkan mungkin hampir setiap ada yang kita tak sukai kita menyalahkan kehidupan. mengapa ini terjadi?? detik berikutnya berlanjut lagi dengan tanya mengapa harus saya?? lalu harus apa?? bagaimana??

sering kita mempersalahkan keadaan, menyalahkan kehidupan, bahkan tanpa kita sadari sejatinya kita tengah mempersalahkan kehendak Tuhan.

pantas kah??
makhluk yang lemah, mempersalahkan kehendak penciptanya??

Yah inilah, kehidupan...
inilah kita, 
kita yang kerap kali tak terima akan sesuatu yang dicipta Nya
inilah kita yang kerap ingkar dan menafikkan kehendak Nya

kehidupan,
sering kali memaksa kita pada ruang yang tak kita mau
memonopoli, jadikan kita terjebak pada apa yang ia mau..

dan ini tentang aku,
jika pada hakikatnya kehidupan dapat memaksa
nyatanya ia tak bisa memaksa aku melupa kamu
bahkan setelah aku menyerahkan jiwaku padanya, ia tak dapat membawa kamu pergi dari hidupku
atau mungkin karena aku yang terlalu keras kepala menginginkan kamu tetap dalam hidupku..

andai aku punya kuasa memaku waktu, aku akan menghentikannya tepat saat jemarimu menggenggam erat jemariku, meski detik itu kehidupan harus meninggalkanku tak masalah bagiku, namun ironinya adalah....

aku tak punya kuasa memaku waktu....
 

Minggu, 09 Juni 2013

Kenang


MENGENANG SEMUA YANG KINI JADI BAYANG

Dulu




adalah ketika tak sengaja bertemu kamu,
adalah ketika diam - diam memperhatikan kamu,
adalah ketika aku menyuka kamu
terhipnotis setiap kata yang terucap dari bibirmu..

Sabtu, 08 Juni 2013

L U K A


kamu harus paham,
dalam cerita ini tak ada kata seandainya
semuanya nyata
tak perlu kamu meraba, atau sekedar menerka -nerka

aku, kamu, dia
lakon dalam cerita tanpa kesudahan ini

kamu harus tahu
dalam cerita ini tak ada pula kata mungkin
karena semua butuh kepastian
semua tercipta
tak perlu kamu salahkan atau sekedar bertanya mengapa

ini bukan tentang kata - kata
retorika
cerita drama
atau yang sejenisnya..

ini cerita tentang rasa
jiwa yang lemah ketika dihadapkan padanya

ini cerita tentang hati
raga yang ikut jatuh ketika ia tersakiti

ini sebuah cerita tentang luka
tak jelas sebabnya
dan tak ada penawarnya..

luka,
kamu juga dia boleh tertawa
tertawalah
semaumu
sepuas - puasnya

luka,

aku bertanya,
"mengapa Tuhan memilih aku untuk tempat luka itu ada??"

kamu jawab,
"aku kuat
aku bisa
aku lebih dewasa .."

kamu lupa??
 "aku tetap anak kecil, aku tak sekuat itu, masih sering menangis, dan tak tahu apa yang aku mau"

detik berikutnya..

kamu berkata,
"seandainya bertemu aku lebih dahulu, seandainya..."

hei,
"cukup, berhenti disana..
jangan bicara seandainya"

lalu selanjutnya..
"sesak, sesak dihati ketika harus melihat,harus tahu, didepan matamu aku tersenyum dengan yang lainnya, aku tak peduli akan kamu, aku menyiksa kamu entah aku sadari atau tidak, cemburumu masih begitu besar"

kamu tahu,
"yakin aku tak peduli?? yakin aku acuhkan kamu??
ketika dekat kamu tanpa ku sadari tatap mataku tertuju pada kamu, ketika kehilangan kamu mataku akan mencari, menjelajah entah kemana mencari tahu keberadaan kamu, sedih rasanya tak dapat temani kamu, tapi apa daya?? aku harus bagaimana?? bukan kah kamu sudah mantap dengan pilihanmu?? lalu kenapa aku harus lagi peduli tentang kamu??"

rasa berujung luka
rasa melumpuhkan logika
aku tak dapat berpikir rasional karenanya

suka, sayang cinta
lalu berharap
semua jatuh tertuju pada kamu...

tapi yah inilah rasa,
inilah hati
tak dapat diterka...

cukup,
berhenti disana
jangan melangkah lagi
jangan berikan harapan itu lagi
ketika kamu memang tak bisa...

luka, yah sebut saja ini luka
biarkan tetap menganga
diam dan tetap menyimpan semua kenangannya
selamat bahagia..

terakhir,
aku akan sangat ingat apa yang terjadi pagi ini
maaf, melakukan hal yang tidak seharusnya...