Selamat April
Kamu yang tatap matanya selalu teduh, yang suaranya selalu membuat jiwaku luruh bergegaslah pergi menjauh.
Selamat April
Lupakan bahwa kita pernah saling bertegur sapa, saling mengenal nama, saling berjumpa untuk bercerita segala hal dan entahlah, bersama di sebuah ruang hanya berdua dalam waktu yang lama.
Selamat April
Lupakan bahwa kita pernah dengan sengaja, penuh kerelaan menyisakan ruang kecil bernama perasaan yang kita janjikan untuk sebuah penantian yang entah sampai kapan waktunya.
Selamat April
Lupakan bahwa kita pernah menautkan dua keping hati, merajut kenangan dalam kehampaan yang menjelma bahagia seolah waktu tidak akan pernah berlalu pergi, akan tetap sama.
Selamat April
Kamu, lupakan saja cerita tentang kita, bukan aku tak mau lagi menunggu, bukan pula aku tak lagi percaya pada janji yang pernah kita ucap ditengah gelap malam bertabur bintang waktu itu.
Selamat April
Kamu dan aku sangat mungkin tak akan pernah menjadi kita.
Maka, belajarlah tentang kerelaan karena ia akan mengantar kita pada bahagia yang sebenarnya.
Kerelaan akan menuntun kita pada realita kebahagian yang tak selalu berakhir pada aku dan kamu menjadi kita , ia akan menunjukan jalan bahagia dengan caranya.
Selamat April, ikhlaslah.
Bukan karena kita tak lagi punya alasan untuk sesekali waktu bertegur sapa, dan mengatur jumpa lalu duduk berdua berlama-lama.
Bukan pula karena kita menyerah pada kehidupan yang tak lagi mengizinkan kita untuk saling menatap dikejauhan dan saling merindukan.
Selamat April
Selamat tinggal, selamat jalan. Terima kasih untuk setiap detik yang pernah kita jalani dalam kebersamaan, terima kasih pernah menyulap kehampaan menjadi bahagia meski untuk semantara waktu saja. Selamat jalan, lupakan aku segera tapi jangan lupa menjalani april dengan penuh kesyukuran. Mensyukuri april yang akan menuntun kita menuju sejatinya kebahagiaan.