aku tak tahu bagaimana caraku harus mendefinisikan rasa. karena aku memang tak pandai mengungkap rasa. keadaan ketika kamu ternyata lebih suka mengakhiri semua dan akhirnya memilih yang lain dari pada menanti saatnya (aku dan kamu) tiba saja. kamu memilih dia, menjalani hidupmu dengan dia, akankah kamu lupa tentang hati yang terjaga?? padahal kamu yang selalu mengajariku tentang dan bagaimana menjaga. membiarkan saja cerita ini mengalir sewajarnya saja. dengan indah namun sederhana. sampai ulat buruk rupa menjadi kupu - kupu cantik yang siap melanglang buana. sampai katak tak lagi hanya terperangkap dalam tempurung dan pergi menjelajah semesta. sampai langit mengizinkan cerita kita. bukankah kamu juga yang mengajari ku bahwa semua indah pada waktunya?
aku mungkin mengulur waktu terlalu lama. tadinya ku pikir kamu akan tetap sama. tetap sabar dalam penantian, tetap dengan prinsip - prinsip tegas yang selalu kamu ajarkan padaku. tetap setia dan tetap menjaga. dulu kamu selalu bilang 'aku tak mau merusak jalan ceritanya'. dan sama seperti yang ku yakini sampai kini, aku tak mau merusak jalan ceritanya!! naasnya, kamu yang aku percaya itu ibarat oase ditengah gurun yang hanya fatamorgana semata. ironisnya semua yang aku yakini tentang kamu itu ternyata hanya sebuah janji - janji kosong tanpa makna. barisan kalimat yang meluncur dari bibirmu itu tak lebih dari sekedar ilusi. ilusi yang tampak nyata dan aku percaya. ><
tirani rasa ini entah harus ku sebut apa, aku kecewa. tentang kalimat - kalimatmu, ceritamu, janji - janji kosong tanpa makna dan semua tentang kamu rasanya ingin aku melupa. tapi sekuat apa pun aku berusaha dan mencoba melupa maka aku akan kembali pada titik nyata bahwa kamu memilih dia. kamu memilih untuk tidak lagi menjaga. aku kecewa, aku tak tahu harus mendefinisikan ini apa. tapi ku rasa mungkin ini yang di sebut cemburu.
^^
aku mungkin mengulur waktu terlalu lama. tadinya ku pikir kamu akan tetap sama. tetap sabar dalam penantian, tetap dengan prinsip - prinsip tegas yang selalu kamu ajarkan padaku. tetap setia dan tetap menjaga. dulu kamu selalu bilang 'aku tak mau merusak jalan ceritanya'. dan sama seperti yang ku yakini sampai kini, aku tak mau merusak jalan ceritanya!! naasnya, kamu yang aku percaya itu ibarat oase ditengah gurun yang hanya fatamorgana semata. ironisnya semua yang aku yakini tentang kamu itu ternyata hanya sebuah janji - janji kosong tanpa makna. barisan kalimat yang meluncur dari bibirmu itu tak lebih dari sekedar ilusi. ilusi yang tampak nyata dan aku percaya. ><
tirani rasa ini entah harus ku sebut apa, aku kecewa. tentang kalimat - kalimatmu, ceritamu, janji - janji kosong tanpa makna dan semua tentang kamu rasanya ingin aku melupa. tapi sekuat apa pun aku berusaha dan mencoba melupa maka aku akan kembali pada titik nyata bahwa kamu memilih dia. kamu memilih untuk tidak lagi menjaga. aku kecewa, aku tak tahu harus mendefinisikan ini apa. tapi ku rasa mungkin ini yang di sebut cemburu.
^^

ya saya cemburu
BalasHapuscia cia cia, :D
Hapuskak badri cemburu pada siapa kak?? :P
Apa kamu sudah tak percaya lagi pada "janji-janji" itu?
BalasHapusJika kau tak lagi percaya pada janji-janji itu, tak apa. Jika kau memilih untuk melupakannya untuk mengobati sakit hatimu, bagiku juga tak masalah. Karena ini hanyalah masalah waktu. Waktu yang menyebabkan semua ilusi ini begitu nyata, dan yang nyata begitu ilusif. Waktu pula yang membiarkan keraguan itu bertumbuh semakin besar, dan besar, dan akhirnya berkembang biak menjadi berupa-rupa perasaan lainnya, kekecewaan,keputusasaan,ketakutan,dan ketidakberdayaan. Namun,waktu pulalah yang kan membuktikan betapa sebuah penantian yang panjang, dan kesabaran yang besar akan berbuah manis pada saatnya nanti. Aku tidak ingin meyakinkanmu untuk mempercayai janji-janji itu, karena terlalu sulit untuk mengobati segala luka yang telah tertanam dalam hati sedemikian dalamnya. Aku juga tidak akan meminta maaf padamu atas segala perbuatan jahat yang aku lakukan padamu, karena aku tahu dengan minta maaf, hanya akan menambah kesakitanmu saja. Aku tidak ingin menambah deraian air mata yang membasahi pipimu semakin deras alirannya. Ya,kau selalu saja menangis. Sampai-sampai pipimu sembap dan wajahmu meredup cahayanya. Namun jangan sampai imanmu goyah hanya karena hal sesepele itu. Jikalau engkau bersedih, ingatlah nasib umat kita,Ummat Islam. Ummat Islam memiliki masalah yang jauh lebih sulit dari pada sekedar masalah antara aku dan kau. Jangan sampai cinta yang bukan pada tempat dan waktunya ini mengalihkan kita dari masalah dan derita yang melanda saudara-saudara kita, di seluruh penjuru tanah air,dan seluruh penjuru dunia, Mereka butuh uluran tangan kita.
BalasHapusSatu hal yang aku ingin kau percayai,janji Allah. Janji Allah adalah nyata dan selalu terwujud bagi orang-orang beriman yang sabar akan segala ketentuan yang telah ditetapkanNya. Percayalah, dengan diriku atau bukan, kau pasti suatu ketika nanti akan menikah, mempunyai anak dan meneruskan generasi da’wah Islam ini. Aku ingin engkau yakin, bahwa janji Allah itu benar adanya. Tidak ada sedikitpun keraguan akan janji Allah. Jika janji Allah itu tak benar adanya, mengapa kau lahir ke dunia ini? Ya karena Allah telah berjanji akan mempertemukan kedua ayah dan ibumu, mempertautkan keduanya dengan ikatan yang disebut dengan “Cinta”, dan Allah telah merencanakan kelahiranmu, sebagai pelanjut generasi Da’wah Islam ini. Apa yang harus kita lakukan sekarang adalah sama-sama memperbaiki diri masing-masing, karena aku memiliki banyak kesalahan di masa lampau yang tiada guna untuk disesali kecuali untuk diperbaiki. Kita harus bersama-sama untuk memperbaiki niat kita, bersama-sama menumbuhkan cinta terhadap Da’wah ajaran Allah ini, jangan sampai cinta terhadap ajaran Allah ini terkotori oleh cinta Jahiliyah, cinta yang ada hanya karena dorongan hawa nafsu belaka, karena pada dasarnya semua Cinta itu berasal dari Allah. Mari belajar untuk ikhlas menerima kehendakNya, bersyukur jika kau memang untukku dan bersyukur pula jika kau memang bukan untukku, karena semuanya adalah kepastian dariNya. Jangan engkau menyalahkan Allah jika pada suatu ketika DIA tidak mempertemukan aku dengan kau, karena pada hakikatnya dia telah berencana untuk mempertemukanmu dengan yang jauh lebih baik dari pada aku. Tapi percayalah bahwa sesungguhnya akupun sedang menunggu, menunggu saat ketika seseorang menjadi halal bagiku, menunggu untuk menggenapi seluruh kisah hidupku yang tidak akan pernah mudah,penuh dengan cobaan dan rintangan, dan menjadikan seseorang itu aspirin bagiku, yang selalu mengobati rasa sakit dalam diri ini Karena kemelut dunia, menjadi penyemangat ketika Imanku kian mengendur. Aku ingin,pada saatnya nanti, melewati segala hal bersama dengan orang itu, baik bahagia maupun sengsara. Dan aku berdoa kepada Allah, semoga orang itu adalah dirimu.
jujur aku ragu dan tak pernah tahu akankah aku percaya atau sudah tidak pada "janji-janji" itu. sama seperti kata mu dahulu, wanita adalah makhluk yang paling sulit untuk di pahami dan mengerti bahkan ia tak pernah tahu apa maunya sendiri. aku tidak berharap kamu meminta maaf atau apa, bagiku kamu tak pernah bersalah. mungkin aku saja yang terlalu mengambil hati. mungkin aku saja yang telah jatuh dan berat menanggapi. ini salahku sendiri.dan aku telah berjanji untuk terus memperbaiki diri. melupa tentang janji - janji itu dan meyakini hanya pada satu janji yaitu janji Yang Maha Suci...
Hapusentah kamu atau dia, atau entah siapa tapi satu yang ku yakini, pasti Dia telah pilihkan yang terbaik.untuk aku juga untuk kamu.
sudah ya ^^...
subhanallah :)
BalasHapushanya allah yg tahu isi hati kita sesungguhnya utk siapa yaa ukh ;)
iya, hihi... semangat ya jaga stan bazarnya :D
Hapushahaha, kebanyakan kata-kata, hidup ga butuh janji!! karna hidup tentang bagaimana mau berusaha(DO)
BalasHapusKalau kata Pak Mario Teguh "Bercerita kepada wanita tentang yang Anda miliki tidak menarik, kecuali jika Anda janjikan itu semua untuknya."
hahaha, i'm seriously, that's s*ck! bcz if you caring she, you enough DO IT!! i think so simple ;)
1 lagi, emang bisa hidup dengan janji-janji? *think again
hohoho, :o
Hapusudahan deh bahas janji - janjinya :P
habibi ainun ><
ckckckck....
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus