rasanya baru keamarin kita bertegur sapa,
dengan tatapan, senyum, dan bahasa yang sama
diam, sayup, hening tanpa suara...
tapi kini semua hanya tinggal jadi bayang
kamu,
senyum itu,
tatapan itu.
diam itu,
adalah memori usang yang akan terus aku kenang
pada akhirnya aku harus melera
melepas dan mengikhlaskan
karena sejatinya aku hanya dekat dengan jasadmu
aku tidak pernah kamu izinkan menyapa jiwamu
diberandanya pun kamu tak izinkan...
dan lagi - lagi ini tentang cerita kehilangan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tinggalkan jejakmu, ^^..