Selasa, 03 September 2013

Merajut Benang - Benang Cinta


Selamat malam tuan,

Apa kabar?

Ku harap kabarmu baik saja.
Tubuhmu itu masih gagah layaknya terakhir kita jumpa.
Senyum masih terkembang diwajahmu yang mempesona.
Suaramu masih syahdu bak alunan melodi, nyanyian orkestra.
Tatap matamu masih teduh, penuh cahaya.

Tuan,

Akankah kau ingat?

Tentang gelap malam yang menelan cahaya?
Tentang rintik - rintik hujan yang membasuh semesta?
Atau tentang detik - detik yang tak mengizinkan untuk sekedar bertegur sapa?

Tuan.
Ku harap kau tidak lupa...

Karena,

Gelap malam itu tak akan mampu menelan bayangmu
Rintik hujan itu tak akan mampu membasuh rinduku pada jumpa
Detik - detik waktu tak akan mampu menenggelamkanmu jadi kenangan tanpa makna

Tuan,

Bahkan kau hanya singgah diberanda, lalu pergi entah kemana...
Mengapa begitu cepat?
Tak bisakah kau biarkan aku mengucap selamat datang sebelumnya??

Tuan,

Tak bisakah kita mengulangnya?
Aku ingin mengucapkan selamat datang,mempersilahkanmu duduk menikmati secangkir teh hangat diberanda..
Aku ingin menatapmu lebih lama.
Aku ingin mendengarmu bersuara, berkeluh - kesah, menceritakan apa saja tentang dunia.
Aku ingin engkau disini bersamaku lebih lama.
Aku ingin merajut benang - benang cinta...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu, ^^..