Kamis, 14 Februari 2013

PERCAYA



lihatlah,
angin menghempas daun hingga jatuh di tanah
tapi apakah pernah daun yang jatuh itu mempersalahkan angin??
akan kah ia mempersalahkan angin atas apa yang tejadinya padanya??

begitu juga dengan hujan
bukankah hujan tak selalu berujung pada pelangi yang manis?
pun dengan kemarau
ia tak selalu berujung pada kerontang yang tragis
atau gersang, kekeringan, yang terasa begitu ironis...

terlalu banyak yang sejatinya tidak pernah kita pahami
semesta ini begitu penuh dengan misterinya yang sampai kini
tak pernah kita tahui rahasianya secara pasti..

sama halnya tentang dua keping hati
dua jiwa yang bermula pada kata menyuka,
merasa nyaman antara satu dengan lainnya
saling membersamai disetiap tempat dan kesempatan yang mereka punya
dengan rasa, serta atmosfer yang sama resonansi itu kini tercipta...

hanya saja,
sekuat apa pun frekuensi rasa itu kini menjelma

pada menjaga dan percayalah rasa itu bermuara...

demi menjaga kesucian rasanya, dua jiwa itu tak pernah mengungkapnya
keduanya menjalaninya begitu saja
jatuh cinta dan bercumbu mesra dalam doa
yang mereka yakini semua akan indah pada waktunya...

4 komentar:

tinggalkan jejakmu, ^^..